Feed on
Tulisan
Komentar
   
 

 

Pusat Kajian Fiqh Islam yang berpusat di Arab Saudi akhirnya memberlakukan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran untuk nada panggil alias ringtonse

 

ImageAl Mujamma’ Fiqh Al Islami (Pusat Kajian Fiqh Islam), yang menginduk kepada Rabithah ‘Alam Islami yang berpusat di Saudi akhirnya memfatwakan larangan penggunaan ayat Al-Quran untuk nada panggil. Alasannya, perbuatan itu secara tidak langsung merendahkan Al-Quran serta memutuskan bacaannya. Apalagi, terkadang juga bacaan nada panggil itu bisa berbunyi di mana saja, termasuk di tempat-tempat yang tidak layak Al-Quran dibacakan.

Fatwa itu dikeluarkan pada hari Rabu (7/11) kemarin, di saat Al Mujamma’ mengakhiri muktamar ke 19 nya di Mekah. Penggunaan ringtone Al-Quran termasuk tergolong perbuatan yang merendahkan Al-Quran. Atas dasar itulah mereka mengeluarkan fatwa haram.

Ada pun merekam Al-Quran di hand phone dengan bertujuan agar yang bersangkutan bisa mendengarkan tilawah Al-Quran, itu tidak dipermasalahkan, bahkan dianjurkan, karena hal itu termasuk wasilah untuk belajar.

Tidak hanya itu, Mujamma’ juga mengeluarkan fatwa atas bolehnya menjual hiasan-hiasan kaligrafi, dengan beberapa syarat, antara lain yang bersangkutan bisa menjaga benda-benda itu dari perbuatan-perbuatan yang merendahkannya, serta bahan-bahan yang digunakan bukan benda-benda yang najis.

Mujamma’ juga memperingatkan agar ayat-ayat Al-Quran ditulis dengan jelas, tanpa memotong huruf atau memasukkan kalimat satu dengan kalimat yang lain, sehingga tulisan kaligrafi itu sulit untuk dibaca.

Sebagaimana dilarang juga membentuk tulisan ayat-ayat Al-Quran menyerupai makhluk hidup, seperti manusia, burung atau yang lain. Juga dilarang menggunakan tulisan-tulisan itu untuk hal-hal yang bisa merendahkan nilai ayat-ayat itu, seperti menggunakannya sebagai salah satu alat promosi dalam kegiatan jual beli.

clip_image002.jpgSebuah sinar memancar dari langit hingga membuat malam mirip siang. Warga Riyadh meyakini itu “Lailatul Qadar.Namun yang lain menganggap meteor lewat Sebuah cahaya putih memancar dari langit menerangi sebuah desa di Riyadh, Arab Saudi. Sinar itu, menjadikan suasana gelap mirip siang hari. Para saksi mata yang bermukim di sebuah desa itu mengatakan bahwa mereka menyaksikan tanda-tanda lailatul qadar, yang berupa cahaya dari langit yang menerangi desa mereka pada Jumat malam 23 Ramadhan.Al Muthiri, salah satu pejabat lokal di desa Hujrah Masylah, yang berada sekitar 330 km dari Riyadh menyatakan, bahwa ketika ia keluar dari rumahnya pada Jumat malam ia melihat ada cahaya dari langit yang menyinari permukaan bumi, sehingga tempat-tempat di sekelilingnya menjadi terang-benderang seperti saat siang hari.Ia pun memberitahu penduduk atas peristiwa yang baru ia saksikan, sehingga banyak pula penduduk yang menyaksikan hal yang sama, hingga ia berkesimpulan bahwa malam itu adalah malam lailatul qadar, yang memang berada di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, yang telah dihidupkan oleh para penduduk desa itu.Bandar bin Dhoif, saksi mata lain atas peristiwa itu mengatakan bahwa ia menyaksikan sebuah cahaya yang menerangi wilayah itu, yaitu sekitar pukul 12 malam di saat itu mengendarai mobilnya, anak-anaknya pun keluar dari mobil untuk menyaksikannya, seakan mereka berada di siang hari, ia amat yakin bahwa cahaya itu bukanlah kilat, karena langit saat itu bersih.Abdullah Khanaya penduduk desa itu juga mengakui adanya peristiwa itu, dan amat benyak yang telah menyaksikannya, mereka menilai bahwa peristiwa itu adalah salah satu tanda turunnya malam lailatul qadar.Akan tetapi Amru Abu Hani punya penilaian lain, ia mengatakan,”saya telah melihat sebuah cahaya dari kota Riyadh, cahaya yang berwarna amat putih, jatuh dari langit menuju bumi, dan saya berkeyakinan bahwa itu adalah sebuah meteor yang sedang mendekati bumi dan menabrak lapisan atmosfir, lalu terbakar, Allahu A’lam”.Syaikh Abdul Muhsin Al Ubaikan, anggota Majlis Syura, menyatakan bahwa cahaya langit yang datang tanpa disebabkan karena petir atau meteor menunjukkan tanda datangnya lailatul qadar, sebagaimana penjelasannya di koran Al Wathan (7/10).Adapun ketua Jurusan Astronomi di Akademi Madinah Malik bin Abdul Aziz, Dr. Zaki Musthofa, ketika diminta untuk menanggapi, menyatakan bahwa ia tidak ada penjelasan tentang kejadian itu dalam disiplin ilmu. Sehingga ia belum bisa menentukan apa sebenarnya fenomena itu. [alarabiya.net /thoriq

Fransiska Ari Wahyu -

 clip_image001.jpgKaos WiFi Detector (thinkgeek.com)
California - Ini bukan sembarang kaos, tapi kaos istimewa yang dapat membantu Anda menemukan hotspot alias koneksi internet nirkabel. Nama kaos tersebut ‘WiFi Detector’.
Kaos ini dilengkapi dengan indikator di bagian depan yang akan menyala jika berada pada gelombang IEEE 802.11b atau 802.11g. Indikator itu berbentuk seperti menara dan gelombang-gelombang sinyal yang memancar. Layaknya indikator pada ponsel, semakin kuat sinyal semakin banyak gelombang yang menyala.Demikian dikutip detikINET dari PC World.Com, Senin (8 /10/2007). Kaos detektor rancangan ThinkGeek hanya tersedia dalam warna hitam dan baru mulai bisa dibeli pada akhir Oktober 2007 di ThinkGeek.com.

Kaos ini juga membutuhkan tiga baterai AAA untuk bekerja. Baterai-baterai tersebut diletakkan dalam sebuah kantong di balik kaos. Kaos nylenehini rencananya akan dijual seharga US$29.99.

Meski menggunakan perangkat elektronik, kaos ini bisa dicuci. Tapi, jangan lupa untuk terlebih dahulu melepas baterainya. Sebuah kabel pita di balik kaos menghubungkan baterai ke pola. Kaos ini tak bisa dikeringkan dalam mesin cuci, sebagai gantinya cukup gantung kaos tersebut hingga kering.

Sayangnya, kaos ini tidak dapat mendeteksi teknologi terbaru WiFi 802.11n Draft yang lebih cepat daripada 802.11b dan jaringan 802.11g. Menurut Jennifer Kuropkat, juru bicara dari ThinkGeek, jaringan 802.11n Draft masih belum banyak.

Analis Ken Dulaney dari Gartner pesimistis bahwa kaos ini akan memberikan solusi bagi para penggunanya. “Mungkin hanya sedikit orang yang merasa terbantu dengan kehadiran kaos ini,” ujarnya. ( raha )  

Fino Yurio Kristo -


Jakarta - Beragam penyakit menular seperti flu burung atau SARS memang menakutkan dan harus ditanggulangi serius. Untuk itu, para peneliti di tiga laboratorium IBM menyumbangkan sebuah paket software canggih kepada komunitas open source. Software ini bisa memprediksikan perpindahan penyakit antar negara di seluruh dunia.Adalah STEM (Spatiotemporal Epidemiological Modeler), tool ini telah tersedia sejak 8 Juni 2007 dan bisa di-download secara gratis. Software STEM dibuat melalui kerja sama dengan sebuah yayasan nirlaba bernama Eclipse Open Healthcare Framework Project.Dibutuhkan waktu hampir tiga tahun untuk membuat software ini melalui penelitian-penelitian yang mencakup seluruh dunia. Tujuannya agar para pejabat kesehatan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk menanggulangi penyebaran penyakit.

“Software ini bisa membantu mengantisipasi kasus seperti yang menimpa Andrew Speaker, yang terbang dengan penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dari Asia Tenggara beberapa tahun lalu,” kata Dr. Alan Louie, analis software pelayanan kesehatan di Health Industry Insight, seperti dikutip detikINET dari eWeek, Rabu (13/6/2007).

“Kita akan mampu menyusun data bagaimana pergerakan penyakit itu dengan lebih cepat, dengan tujuan melakukan karantina secepat mungkin untuk mencegah penyebaran penyakit,” tutur Louie lagi.

Software gratis ini memungkinkan kita membuat dengan cepat sebuah susunan penyakit menular dalam bentuk grafik, yang menjelaskan bagaimana penyakit itu menyebar. STEM bisa digunakan dalam beberapa sistem operasi. STEM membuat susunan berdasarkan beberapa faktor seperti populasi, arah angin, geografi, kondisi makro ekonomi, peta jalan, lokasi bandara, pola perjalanan wisata, bahkan rute migrasi burung di seluruh dunia.

“STEM bisa menolong masyarakat kesehatan untuk mengetahui peta penyebaran penyakit seperti layaknya sebuah peta cuaca,” kata Joseph Jasinski, IBM distinguished engineer and program director of Healthcare and Life Sciences.

STEM menjadi salah satu teknologi kunci di Global Pendemic Initiative, sebuah kerjasama yang didirikan IBM dan lebih dari 20 institusi kesahatan besar dunia, dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit menular. Seperti telah disebutkan, STEM bisa di-download secara gratis di situs eclipse sehingga semua orang bisa menggunakannya. ( raha )

 

 

Penelitian terbaru dari Harvard University mengungkapkan, pembaca koran dan pemirsa telivisi. Ini berdasarkan pantauan makin turunnya pemirsa TV, katanya

-Masyarakat yang menginginkan berita mulai meninggalkan televisi dan koran karena memilih Internet sebagai sumber utama informasi. Kecenderungan ini bisa dipandang sebagai akhir zaman koran lokal, ungkap suatu penelitian baru, kemarin.

“Penggunaan ‘online’ makin meningkat, dan seiring itu, audiens media lama menurun,” kata profesor Thomas Patterson dari Shorenstein Center on the Press, Politics and Public Policy, Harvard University.

Dalam laporan yang merupakan hasil penelitian selama setahun, Patterson menerangkan :”Dalam tahun terakhir saja…oplah koran turun tiga persen sedangkan siaran berita kehilangan sejuta pemirsanya.”

Di lain pihak, jumlah orang yang menggunakan Internet untuk sumber berita telah meningkat, bahkan dalam beberapa kasus, terlihat jelas.

Kunjungan ke situs web yang memasang berita dari pihak ketiga, misalnya situs mesin pencari dan penyedia jasa Internet (provider) atau pengumpul berita seperti topix.net dan digg.com, semuanya meningkat dalam kurun waktu April 2006 hingga April 2007. Hal sama terjadi pada blog.

Digg.com, yang membebaskan pengunjungnya memilih isi situs, pada April 2006 dibuka dua juta pengunjung, namun setahun kemudian, April 2007, jumlah pengunjungnya mencapai 15 juta.

Berita online lainnya rata-rata mengalami pertumbuhan pengunjung sebanyak 14 persen sedangkan pengunjung blog rata-rata bertambah enam persen.

Situs Google, Yahoo, AOL dan MSN, setiap bulan dibuka 100 juta pengunjung, jauh di atas pengunjung situs web jaringan televisi besar yang hanya 7,4 juta per bulan.

Situs web harian kondang seperti New York Times dan Washington Post, rata-rata dikunjungi 8,5 juta pengunjung setiap bulannya.

Namun, situs koran lokal mengalami penurunan atau tidak bertambah pengunjungnya, padahal mereka tadinya adalah pembaca edisi cetak.

Penyusun laporan penelitan tersebut memperkirakan banyak koran kecil akan mengalami kesulitan menjaga jumlah pelanggannya bahkan sulit mempertahankan pengunjung situs web mereka.

Para peneliti menyarankan agar koran lokal “memasukkan juga berita nasional dan internasional,” demikian AFP.

2011, Pindah Internet

Sebelum ini, penelitian yang dilakukan perusahaan Veronis Suhler Stevenson (VSS) tentang penggunaan internet di Amerika juga menemukan, pengiklan untuk memperhatikan perubahan kebiasaan konsumen serta berinvestasi lebih banyak dalam perdagangan di ranah digital.

Tahun lalu, dua media iklan yang paling utama adalah koran, dengan belanja iklan US$55,7 miliar ($1 = Rp 9275, sumber: detikcom) diikuti televisi dengan jumlah uang iklan US$ 48,7 miliar. Namun pada tahun 2011, Internet diperkirakan bakal menjadi media iklan terbesar dengan jumlah transaksi yang beredar US$ 63 miliar.

Sementara itu pada 2006, konsumen menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi dan kemudian radio. Kombinasi keduanya mencapai jumlah 70 persen dari total waktu yang dihabiskan orang untuk media. Rekaman musik berada di urutan selanjutnya dengan presentase 5,3 persen diikuti koran dengan 5 persen. Internet berada di urutan terakhir dengan presentase 5 persen saja.

Namun pada tahun 2007 ini, studi tersebut meramalkan bahwa presentase penggunaan Internet akan meningkat dengan mencapai angka 5,1 persen. Hal sebaliknya justru terjadi pada akses koran dan rekaman musik yang diprediksi akan turun menjadi 4,9 persen.

Dengan demikian, ada kemungkinan, pada tahun 2011 nanti, pengiklan di media website lebih cenderung naik. Sementara pengngakses media online juga akan lebih banyak. Apalagi, setiap tempat kerja, kini ada sambungan internet. [hidayatullah]